Jumat, 05 Juni 2015

INGAT!! WAKTU YANG BAIK MENYIKAT GIGI DI PAGI HARI ADALAH SAAT SETELAH SARAPAN





Di pagi hari adalah awal untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk ke sekolah atau bekerja. Salah satunya adalah mempersiapkan perlindungan gigi kita saat seharian bekerja diluar rumah. Perlindungan yang dapat kita lakukan untuk gigi adalah dengan menyikat gigi setelah sarapan.

Ada banyak alasan orang mengapa mereka lebih sering menyikat gigi sebelum sarapan daripada setelah sarapan. Alasannya bisa karena bau nafas yang tak tertahankan, karena kebiasaan menyikat gigi dilakukan saat mandi sebelum sarapan, alasan merepotkan atau malas menyikat gigi setelah sarapan, dan lain-lain.

Menyikat gigi  sebelum sarapan tidak akan mengurangi sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi saat setelah sarapan. Sisa makanan yang berdiam lama bersama dengan bakteri akan berproses didalam mulut selama kita bekerja atau disekolah dan jika kebiasaan ini dibiarkan terus-menerus satu persatu  masalah akan timbul, mulai dari timbulnya karang gigi, gigi berlubang dan bau nafas tak sedap.

Menyikat gigi setelah sarapan dapat meminimalkan banyaknya sisa-sisa makanan yang menumpuk di gigi. Setidaknya gigi terlindungi atau bebas dari sisa makanan untuk beberapa jam saat bekerja hingga di siang hari saat makan siang nanti.

Boleh-boleh saja menyikat gigi sebelum sarapan sekedar untuk menghilangkan bau tak sedap, tapi tetap di ingat bahwa sumber kuman atau bakteri pada mulut adalah dari sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi yang dibiarkan lama dan tidak dibersihkan atau disikat.
Jadi, mulai besk pagi sikat gigi setelah sarapan ya. Yuk, jaga gigimu!

Minggu, 31 Mei 2015

KATANYA SEKALI BERSIHIN KARANG GIGI SETERUSNYA HARUS CUCI KARANG LAGI YA??





Membersihkan karang gigi sebaiknya rutin dilakukan, mengapa demikian? Karena ada banyak faktor penyebab munculnya karang gigi, bukan hanya karna malas menyikat gigi atau karna teknik menyikat yang salah, tetapi juga karena faktor bentuk gigi yang tidak beraturan, faktor makanan, keadaan ph (kelembaban) dalam mulut tiap orang berbeda-beda dan faktor penggunaan pesawat gigi seperti behel.

Karang gigi adalah salah satu sumber timbulnya berbagai penyakit dalam mulut dan tubuh yang tidak diinginkan, mulai dari nafas yang sangat bau, gigi menjadi ngilu, gigi goyang dan lama kelamaan akan copot dengan sendirinya, gusi menjadi bengkak, gusi suka berdarah, dan rasa sakit di gusi.
Pada pasien yang baru pertama kali membersihkan karang gigi, dengan kondisi karang yang sangat banyak dan tebal tentu akan tampak dan sangat terasa perbedaan sebelum dan sesudah di skaling (pembersihan karang gigi).

Nah, setelah dilakukan pembersihan karang gigi, sangat disarankan agar mengontrol keadaan karang gigi nya minimal 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali, kenapa? Tentunya agar tidak terjadi resiko timbulnya penyakit-penyakit yang tidak diinginkan tadi, dan biaya pengobatan bisa jadi akan lebih murah dibanding kunjungan pertama, dan rasa sakit yang ditimbulkan saat dibersihkan juga tidak sesakit seperti saat kunjungan pertama, karna karang gigi yang ada tidak sebanyak saat kunjungan pertama. Yuk jaga gigi mu!

MENGORBANKAN GIGI HANYA UNTUK BUKA TUTUP BOTOL. NOOO!!





Kebiasaan ini mungkin sering kita lakukan, membuka kemasan makanan dengan gigi, memutus tali dengan gigi, mencabut sesuatu dengan gigi, mengoyak benda lain dengan gigi, dan banyak kegiatan lain yg menggunakan gigi sebagai jalan pintasnya.

Gigi adalah jaringan terkeras dalam tubuh selain tulang, walaupun keras bukan berarti gigi digunakan untuk segala benda. Fungsi dan kegunaan gigi yang paling utama adalah untuk mengunyah makanan, untuk berbicara dan untuk memberi bentuk pada rahang wajah (nilai estetik). Makanan yang kita makan pun tentulah yang mampu dikunyah, dipecah dan dipotong oleh gigi agar makanan gampang masuk ke tenggorokan dan mudah dicerna dalam usus. 

Kerasnya gigi bukan berarti gigi tak dapat rusak. Gigi yang dipakai untuk memotong, menggigit, memecah benda-benda asing yang keras dan tajam lama-kelamaan akan merusak gigi dan gusi, resiko yang timbul diantaranya adalah gigi patah, gusi rusak dan berdarah, gigi akan terkikis dan lama-kelamaan akan berubah bentuk, gigi menjadi ngilu, gigi retak, gigi goyang dan akhirnya gampang copot saat dipakai makan.

Nah, mulai sekarang ubah kebiasaan buka botol dengan gigi demi kesehatan gigi mu. Yuk, jaga gigi mu!


SETELAH KONSULTASI AKHIRNYA MEREKA SADAR BEGITU MAHALNYA SEBUAH GIGI




Bukan maksud menakuti-menakuti, tapi tetap harus di ingat bahwa kesehatan memang mahal harganya. Banyak orang sepele dengan kesehatan giginya. Pasien yang baru pertama berkunjung ke dokter dengan keluhan sakit gigi mungkin akan sedikit terkejut dengan berbagai perawatan yang di tawarkan oleh dokter beserta dengan biaya-biaya perawatannya. 

Pasien yang memiliki banyak masalah dalam mulutnya mulai dari sakit karna gigi berlubang, karang gigi, gigi berlapis, gigi ompong, gigi goyang, dll tentu akan dilakukan banyak tindakan, misalnya perawatan saluran akar untuk gigi yang berlubang, atau pembersihan karang gigi, pemasangan implan pada gigi ompong, pemasangan behel pada gigi yang tidak beraturan, dll yang biayanya tidaklah murah, dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah per gigi.

Sebagai contoh seorang pasien remaja datang dengan keluhan merasa malu berbicara karena satu gigi depan atasnya sudah copot alias ompong, kemudian dokter atau perawat gigi akan menawarkan pemakaian gigi palsu. Gigi palsu banyak jenisnya dan biayanya pun berbeda-beda misalnya implan (sistem tanam gigi permanen), bridge (gigi tiruan sistem jembatan permanen), gigi tiruan dengan pengait besi (lepasan), gigi tiruan tanpa pengait (lepasan), dll. Biasanya semakin kuat, nyaman dan estetis desain gigi tiruannya tentu semakin mahal harganya, biayanya kurang lebih bisa mencapai 700rb hingga 17juta hanya untuk satu gigi.

Nah, sekarang udah tau kan berapa harga satu gigi mu?? Belasan juta.
Mulai sekarang yuk jaga gigi mu!